Kemenristek Bakal Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Berbasis Air Liur

Kemenristek Bakal Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Berbasis Air Liur

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pihaknya sedang berupaya membuat inovasi alat tes Covid 19 berbasis air liur atau saliva. Melalui alat tes berbasis liur ini, diharapkan dapat membantu proses tracing, tracking, dan testing. "Kami sedang berupaya untuk mencoba mencari alternatif pemeriksaan usap, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan air liur atau saliva," ujar Bambang dalam Review Kinerja dan Outlook Kemenristek/BRIN di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (27/1/2021).

Menurut Bambang, pengambilan sampel melalui air liur dapat lebih memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Dibanding tes usap yang mengambil spesimen untuk mendiagnosis Covid 19 dari hidung atau tenggorokan. "Tentunya ini lebih nyaman bagi orang yang diambil sampelnya," ucap Bambang.

Sebelumnya, hasil riset di Indonesia berhasil menemukan GeNose, perangkat yang mampu mendeteksi covid 19 menggunakan hembusan nafas. GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes. Alat pendeteksi Covid 19 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu GeNose C19, mampu mendeteksi seseorang negatif atau positif virus corona dalam waktu 50 detik.

Kepala Produksi GeNose C19 Eko Fajar menyebutkan, cara kerja alat ini adalah dengan mengambil sampel nafas di nafas ketiga yang nantinya dapat mendeteksi seseorang terpapar Covid 19 atau tidak. "Hasil pengambilan sampel nafas ini, nantinya akan muncul di layar dengan keterangan yang dapat dilihat dalam waktu 50 detik," ujar Eko di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mencoba alat GeNose C19 ini, dan hasil yang ditampilkan menunjukkan negatif Covid 19.

Menurut Budi Karya, alat pendeteksi buatan UGM ini nantinya akan didistribusikan ke stasiun kereta api di beberapa wilayah dan untuk tahap pertama diuji coba di Pulau Jawa. "Selanjutnya, nanti alat ini juga akan didistribusikan ke terminal terminal secara bertahap agar dapat digunakan untuk mendeteksi Covid 19 penumpang bus," ujar Budi Karya di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Ia juga menjelaskan, apabila penggunaan alat GeNose C19 ini di stasiun kereta api bersifat mandatory. Jadi penumpang yang akan melakukan perjalanan, wajib melakukan tes Covid 19 menggunakan alat ini.

"Tujuannya tentu untuk meyakinkan bahwa penumpang kereta api, benar tidak terpapar Covid 19 sebelum melakukan perjalanan. Tetapi, penumpang masih diwajibkan membawa surat hasil tes negatif Covid 19 dari fasilitas kesehatan," kata Budi Karya. Sementara itu untuk di transportasi bus, Budi Karya mengungkapkan, tidak bersifat mandatory tetapi akan dilakukan random sampling kepada penumpang. "Jadi tidak bersifat wajib sebelum naik bus melakukan tes dengan GeNose, tetapi akan dilakukan tes secara acak sebelum bus melakukan perjalanan," ujar Budi Karya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.