Hotel Brothers Solo Baru Masih Terima Tamu Tersangkut Korupsi Asabri & Disita Kejagung

Hotel Brothers Solo Baru Masih Terima Tamu Tersangkut Korupsi Asabri & Disita Kejagung

Kejaksaan Agung terus melakukan penyitaan aset aset para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero). Baru baru ini anak buah Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali menyita aset milik tersangka Benny Tjokrosaputro. Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer menyampaikan aset yang disita berupa hotel mewah bernama Hotel Brothers Solo Baru yang berada di Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

"Aset yang terkait Tersangka BTS berupa 1 bidang tanah dan atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1931 seluas 3.109 M2 yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan Pemegang Hak atas nama PT. Brothers Graha Pratama (Hotel Brothers Solo Baru)," kata Leonard dalam keterangannya, Senin (5/4/2021). Ia menyampaikan penyitaan 1 bidang tanah dan atau bangunan itu telah mendapatkan Izin Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo dengan Surat Penetapan Nomor : 82/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 01 April 2021. Lebih lanjut, pihaknya masih menghitung perkiraan nilai aset Hotel Brothers Solo Baru yang baru disita untuk mengembalikan kerugian negara Rp 23 triliun tersebut.

"Terhadap aset Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya," tukas dia. Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita Hotel Brothers Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Penyitaan hotel yang berada di Jalan Ir Soekarno Block AC 25, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol tersebut terkait kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) senilai Rp 23,7 triliun.

Kepala Kejakaaan Negeri Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono membenarkan penyitaan aset dalam kasus yang menyeret Benny Tjokrosaputra sebagai tersangka itu. Camat Grogol, Bagas Windaryanto mengaku belum mengetahui secara pasti hotel tersebut sudah disita Kejagung atau belum. "Beberapa hari lalu, informasi yang saya dapat itu ada kegiatan kejaksaan agung di hotel tersebut," tambahnya.

Kegiatan tersebut terkait apa, Bagas belum bisa memastikan secara pasti apakah itu terkait penyitaan atau bukan. Terlebih, hingga saat ini, hotel tersebut masih beroperasi menerima sejumlah tamu. "Kegiatan kejaksaan apa, substansinya belum tahu," ucap Bagas.

"Ini masih beroperasi," tambahnya. Saat dikonfirmasi Public Relations (PR) Hotel Brothers Solo Baru, Dwi Aryani hanya menjelaskan sedikit. “Kalau untuk berita (informasi) ini kita belum bisa ngasih statement, karena sore ini baru dimeetingkan dulu dengan manajemen, setelah itu baru kita akan release," aku dia.

Hotel Brothers Solo Baru disita penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) diduga terkait kasus korupsi PT Asabri. Hotel yang berada di Jalan Ir Soekarno Block AC 25, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo tersebut disita, Kamis (1/4/2021) siang. Kepala Kejakaaan Negeri Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono mengatakan penyitaan tersebur dilakukan seusai pemeriksaan berkas kepemilikan Hotel Brothers Solo Baru.

"Terus hari Kamisnya (1/4/2021) dilakukan penyitaan," tambahnya. Meski telah disita, operasional Hotel Brothers masih berjalan normal. Tatang menjelaskan hotel tersebut mestinya segera dikosongkan.

"Mestinya itu segera dikosongkan," jelasnya. Hotel Brothers Solo Baru Kabupaten Sukoharjo masih beroperasi normal pasca penyitaan yang dilakukan penyidik Kejagung. Untuk diketahui, hotel yang berada di Jalan Ir Soekarno Block AC 25, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol tersebut disita terkait kasus korupsi Asabri.

Public Relation Hotel Brothers Solo Baru, Dwi Ariyani mengatakan, operasional hotel masih berjalan normal. Mereka masih menerima tamu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Adapun resepsionis masih sesekali melayani tamu hotel yang hendak menginap sekira pukul 18.40 WIB.

Dwi mengungkapkan, tingkat okupansi Hotel Brothers sebanyak 20 sampai 30 persen. Itu karena terimbas pandemi Covid 19. "Total kamar kita ada 243 kamar. Jadi kurang lebih 50 kamar terisi," ujar Dwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.